http://googleping.com
Kita tidak bisa memuliakan Tuhan, kalau melalui hidup kita tidak membuat orang tertarik mengenal siapa Tuhan kita - Kebaktian Antar Kampus PMK Medan - II :)

Selasa, 03 Februari 2015

Latihan Jaringan Dynamic Routing Protocol RIPng - GNS3 bagian II


Mungkin ada pertanyaan dari command Router kemarin .. 


ISP1(config)#ipv6 unicast-routing, ini menandakan bahwa kita sedang menggunakan komunikasi pengalamatan IPv6 menggunakan metode perutean komunikasi secara UNICAST . Unicast-routing adalah salah satu transmisi jaringan point to point (one to one) / jaringan satu ke satu dan data yang dikrimkan hanya pada satu buah client " .. Pada unicast-routing ini, penentuan rute frame akan dikirim ke sebuah perangkat network atau sebuah komputer saja yang berada satu segmen dalam network itu . 

ISP1(config-if)#ipv6 rip SURYA_ROGANDA enable, ini maksudnya bahwa Routing Dinamis yang kita gunakan ialah RIPng, namun kita perlu mengaktifkannya . Dengan cara meng-enable-kan. formatnya 
" ipv6 rip (kata yang mewakili penamaan rip) enable "
Dalam hal ini, saya menamai RIP saya dengan nama : SURYA_ROGANDA .. ingat, penulisan kata tidak bisa menggunakan spasi pada keyboard, jadi kalau mau buat spasi pun menggunakan tanda " _ " .. 


ISP1(config-if)#ipv6 address 2000:A:B:1::1/64, ini maksudnya pengalamatan IPv6 pada sebuah network, pengalamatan IPv6 mengacu pada angka 2000:A:B:1::1 sebagai Alamat IP, dan /64 sebagai prefix networknya .

Ingat kembali, Metric yang digunakan pada Routing Dinamis jenis RIP dan RIPng ini ialah Hop Count ( atau jumlah lompatan/melewati router, lompatan terpendek yang dipilih sebagai Best Path atau jalur terbaik menuju network dan alamat tujuan dari sebuah frame yang dikirim ) . 

Kita lanjutkan ke konfigurasi Router ISP berikutnya .

Untuk Router ISP2 dapat kita lakukan konfigurasi demmikian, 


ISP2#conf t

Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
ISP2(config)#ipv6 unicast-routing
ISP2(config)#int serial 3/1
ISP2(config-if)#ipv6 address 2000:A:B:2::1/64

Senin, 02 Februari 2015

Latihan Jaringan Dynamic Routing Protocol RIPng - GNS3 bagian I

Shaallooomm teman - teman yang budiman :D ..
Beberapa hari lalu saya menulis tentang konfigurasi jaringan komunikasi komputer menggunakan Dynamic Routing di Simulator Cisco Packet Tracer .. Kali ini, saya ingin membagikan bagaimana konfigurasi IPv6 dan IPv4 di simulator Graphical Network Simulator 3 . Sebelumnya, GNS3 adalah aplikasi simulator network . Dengan bentuan GNS3 ini maka pengguna dapat membuat diagram topologi network, kemudian topologi ini dapat "dihidupkan" . Seolah - oleh sedang berhadapan dengan network yang sungguhan, dimana membutuhkan Dynamips dan Dynagen ( biasanya sudah satu paket pada installer GNS3 utilitas all in one ) . 
        GNS3 adalah sebuah software platform yang open source (sumber bebas di gunakan/gratis) yang dapat melakukan simulasi yang besar dan kompleks dari jaringan komputer, seperti yang diimplementasikan pada bangunan kantor dan kampus, tanpa menggunakan hardware jaringan dedicated-networks seperti Router dan Switch . Perusahaan-perusahaan saat ini menggunakan GNS3 untuk melatih karyawan - karyamannya, menguji jaringan komputer dan lainnya .. Selain itu, simulator ini memungkinkan kita untuk melakukan pengujian jaringan komputer yang bisa menggunakan akses penuh "command" IOS Cisco seperti di lapangan, peralatan Cisco sesungguhnya, kemudian memungkinkan desain topologi yang lebih real dengan interaksi ke sistem lain, seperti OS lain menggunakan Virtual Box, komputer host ( temat dimana GNS3 di install ) ataupun koneksi ke Internet . Dengan kata lain, simulator ini memungkinkan jaringan komputer virtual yang bisa dikoneksikan ke perangkat komputer host yang sebenarnya .
       Untuk implementasi jaringan RIP dan RIPng menggunakan GNS3 bisa kita perhatikan di tulisan saya ini .. Berikut Topologi yang merupakan topologi yang sama dengan implementasi RIP dan RIPng di Cisco Packet Tracer :)



Adapun Router yang digunakan ialah Router CISCO IOS tipe 3600, yang banyak tersedia file IOS nya, cari di Google yaa, keyword nya Cisco Ios GNS3 . Kemudian menggunakan VPCS untuk perangkat host/komputernya . Konfigurasinya ? Tidak jauh beda dengan Cisco Packet Tracer

Sabtu, 31 Januari 2015

Latihan : Contoh Jaringan dengan Dynamic Routing ( RIP dan RIPng )

Dari gambar berikut ini, ialah contoh topologi jaringan yang dalam metode routing protokol jaringannya menggunakan Dynamic Routing . Dynamic Routing yang digunakan kali ini ialah Routing RIP ( Routing Information Protocol ) untuk menggunakan pengalamatan teknologi IPv4 dan Routing RIPng ( Routing Information Protocol next generation ) untuk menggunakan pengalamatan teknologi IPv6 .. Berikut topologi jaringan nya ..


Berikut hasil konfigurasi Router 1 ( Router pertama dari sebelah kiri ) melalui CLI command ' show run ' ..
ISP_1#sh run
Building configuration...

Current configuration : 1088 bytes
!
version 12.4
no service timestamps log datetime msec
no service timestamps debug datetime msec
no service password-encryption
!
hostname ISP_1
!
!
!
!
!
!
ip cef
ipv6 unicast-routing
!
no ipv6 cef
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
spanning-tree mode pvst
!
!
!
!
!
!
interface FastEthernet0/0
description Link Router ISP1
ip address 200.1.1.1 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
ipv6 address 2000:A:B:1::1/64
ipv6 rip WTC enable
!
interface FastEthernet0/1
no ip address
duplex auto
speed auto
shutdown
!
interface Serial0/0/0
description Link Serial Router ISP1
ip address 200.1.2.1 255.255.255.0
ipv6 address 2000:A:B:2::1/64
ipv6 rip WTC enable
clock rate 2000000
!
interface Serial0/0/1
description Link Serial ISP1
ip address 200.1.4.1 255.255.255.0
ipv6 address 2000:A:B:4::1/64
ipv6 rip WTC enable
clock rate 2000000
!
interface Vlan1
no ip address
shutdown
!
router rip
network 200.1.1.0
network 200.1.2.0
network 200.1.4.0
!
ipv6 router rip WTC
!
ip classless
!
ip flow-export version 9
!
!
!
!
!
!
!
line con 0
!
line aux 0
!
line vty 0 4
login
!
!
!
end

Sabtu, 24 Januari 2015

God Is Good ( Ekklesia - Keselamatan )

       Rapat Study Club yang sangat ngaret membuat aku harus pergi jam 13.10 WIB dari kampus ku, karena harus memimpin KK bersama Ekklesia, di Menteng Raya, kontrakan Ernest dan Vivi .. Jam berapa ? Jam 14.00 alias jam 2 siang .. Ngaret kali ? Iyah, kesal dengan rapat kemarin itu . Sambil menghubungi Ivan supaya siap - siap di kost nya biar pergi bareng nanti . Pastinya dengan pemberitahuan kepada James, Vivi, dan Ernest bahwa aku dan Ivan telat . Iyaa, dengan sedikit cepat bawa motor, aku lupa satu hal .. Di pagi harinya di hari yang sama, ketika mau beli makan ada suara unik dan keren kedengarannya sewaktu lagi di jalan ke kedai sarapan.. bunyinya "ceeesssttttttttttttttt..." cepat sekali bunyinya berlalu . "Wahh keren", kataku . Ehh ternyata, di jalan motor malah jalannya agak 'gila', kulihat ke depan ngarah bawah, yaaaaa Ban motor depan GEMBOSS .. itupun sudah sampai ke kedai sarapan .. Cemas ? pasti .. setelah selesai beli aku balik ke rumah supaya makan bareng sama orang rumah .


BAHAYA BAN BOCOR ?? Tahu sihh :)


        Selesai itu bergegas ke kampus, juga mencari tambal ban . Di tambal ban, yaa di tambalnya ban dalam

Kamis, 15 Januari 2015

::: Tentang Interpolasi Lagrange :::

Interpolasi Polinomial Lagrange

Interpolasi polinomial Lagrange hampir sama dengan polinomial Newton, tetapi tidak menggunakan bentuk pembagian beda hingga. Interpolasi polinomial Lagrange dapat diturunkan dari persamaan Newton . Bentuk polinomial Newton order satu :
Pembagian beda hingga yang ada dalam persamaan diatas mempunyai bentuk :
     Substitusi persamaan (1) ke dalam persamaan (2) memberikan :

   Dengan mengelompokkan suku-suku di ruas kanan maka persamaan diatas menjadi:


Persamaan (6.18) dikenal dengan interpolasi polinomial Lagrange order satu.
Dengan prosedur diatas, untuk interpolasi order dua akan didapat :


Bentuk umum interpolasi polinomial Lagrange order n adalah:

THE NEW US ... EKKLESSIA !

Adalah hal yang sangat sulit bagi saya untuk mengatakan kalau pemuridan harus dikerjakan dengan harus adanya internalisasi yang baik antara yang dipimpin dan yang memimpin . Itu yang sedang saya alami saat ini . Menjadi seorang PKPA ( Pemimpin Kelompok PA ) di 3 kampus berbeda, membuat aku sendiri kelagapan . Yah, sebenarnya sesuai rencana hanya memimpin 1 kelompok dulunya, hanya perbedaan sekarang jadi 2 kelompok dan 1 orang pelayanan pribadi . Menjadi seorang PKPA harus juga punya penatalayanan yang baik, manajemen waktu belajar, self-study, PA, keluarga, dan hubungan dengan teman - teman lain yang biasanya luput serta jadi perjuangan dari kehidupan anak pelayanan saat ini . Dengan memimpin di 3 kampus itu, sepertinya susah dalam internalisasi AKPA/AKK masing-masing, yang sesuai cerita lama hal ini menjadi momok yang mengerikan dimana AKPA/AKK yang saat itu pada masa Perkenalan perlu perhatian dari seoran PKPA nya sebagai pembimbing, bukan hanya di KK tetapi ketika menjalani kehidupan sehari-hari bahwa PKPA yang baik ialah PKPA yang mau berjalan bersama dengan AKPA nya, bukan hanya menuntut AKPA untuk melakukan hal baik sesuai Firman Tuhan, tetapi berjalan bersama serta bersama melatih diri untuk melakukan Firman Tuhan . 
        
          Tahun lalu, saya memimpin di PTKI Medan yang terdiri dari 2 orang wanita, lalu di Teknik USU ada 2 orang lelaki, serta pelayanan pribadi pada seorang mahasiswa dari Politeknik MBP Medan . Sungguh sangat sulit untuk menjalin komunikasi yang seimbang diantaranya, terkadang ketika menanggapi SMS yang saya kirim ke masing-masing mereka ternyata tidak digubris/tidak dibalas saya malah bertanya, "Ada apa dengan dia .. ? Omong-omong seberapa sering ya aku komunikasi ke dia ? Jumpa di kos-nya ? Jalan ke kampusnya ? Menanyakan masalah - masalah nya belakangan ini ? Atau ada kah aku tidak sama perhatiannya dengan AKPA lainnya ? " .. Pertanyaan ini selalu berganti-gantian menggusarkan saya . Tahun 2015 ini, saya kembali menegaskan ke mereka masing-masing, khususnya buat PKPA di Teknik karena sungguh sangat susah bertemu lengkap, padahal hanya 2 orang ( hihihi ) . Ya, 2 orang diantaranya seorang mahasiswa hasil binaan siswa dari Persisten Medan dan seorang lagi mahasiswa stambuk yang sama sempat sekolah Alkitab di Surabaya . Kembali saya menantang mereka semua, dan yaaa salah seorang dari mereka seperti biasanya juga tidak membalas . Saya paham akan kegiatan pelayanannya yang aku pikir sangat sulit membuat kami berjumpa di KK, bahkan saat hari H kami rencanakan KK dia juga mendadak ga datang, dia ikut terlibat dalam pelayanan di sebuah gereja di Medan ini, yang membiayainya berkuliah saat Sekolah Alkitab kemarin, saya tahu dia juga pemimpin Komsel, atau juga pemusik dan lainnya . Namun itu bukan berarti SMS pun tidak bisa dibalas, bukan ? Minggu 2 Januari ini, aku berjumpa dengan dia yang kumaksud, sebut saja Frans, saat aku mau meng-copy bahan ujian, dari sisi Barat ia mendahului ku lurus maju, aku dari arah Selatan . Sentak aku lihat mukanya, ini Frans, hanya kmungkinan dia sedang sibuk, dan aku pun belum siap berbicara karena terburu-burunya dia, aku malah ambil "BELOK KANAN" mengalih dari jalanku sambil menyesali kenapa aku belok kanan, mending lurus saja #TOKOK KEPALA . 
        



     "Memang kalau jodoh itu gak kemana" itu peribahasa yang benar juga yaa, aku bertemu dengannya di tempat Fotocopy kampus Teknik, Gedung Arsitektur . Dengan senyuman dia yang aku kira agak nunduk2, aku pun memanfaatkan moment ini untuk makan ESKRIM . #KOK ESKRIM ?

Rabu, 17 Desember 2014

_access control list_

Access Control List pada Topologi jaringan

Access Control List ialah suatu cara pengaturan/manage pengaksesan suatu link jaringan tertentu ( sesuai kebijakan dari administrator jaringan ) dari banyak jaringan, sehingga bisa dibatasi hak akses antara jaringan yan satu dengan lainnya bila diharapkan demikian, sehingga trafik yang masuk ke suatu jaringan pun bisa dimanage . Daftar/list yang berisikan pernyataan 'permit' atau 'deny' secara berurutan yang diterapkan pada IP Address
. Apa maksud dibatasi akses jaringan ? Ya, pengaksesan user dari ke jaringan lain yang terintegrasi pada suatu jaringan yang besar dan kompleks, yang pastinya berhubungan dengan keamanan akses suatu jaringan . Bukan hanya itu, salah satu penerapannya misalkan pada suatu perkantoran yang memiliki banyak divisi kepegawaian . Sebut saja jaringan 'Network Kantor', yang tiap subnet pada jaringan ini mewakili tiap divisi dari kepegawaian di perkantoran . Jaringan komputer di divisi Administrasi tidak boleh mengakses Internet selama jam kantor, sedangkan divisi Marketing boleh mengakses Internet padahal semua divisi dan tiap ruang kantor terkoneksi secara terpusat jaringan komputer .

           Penasaran bagaimana Control List ini dibuat ? Membuat access list sangat mirip dengan statement pada programming if – then jika sebuah kondisi terpenuhi maka aksi yang diberikan akan dijalankan/tidak terpenuhi, tidak ada yang terjadi dan statemen berikutnya akan dievaluasi. Statement ACL pada dasarnaya adalah paket filter dimana paket dibandingkan, dimana paket dikategorikan dan dimana suatu tindakan terhadap paket dilakukan . List(daftar) yang telah dibuat bisa diterpakan baik kepada lalulintas inbound maupun outbound pada interface mana saja. Menerapkan ACL menyebabkan router menganalisa  setiap paket arah spesifik yang melalui interface tersebut dan mengmbil tindakan yang sesuai . Ketika paket dibandingkan dengan ACL, terdapat beberapa peraturan (rule) penting yang diikuti:

o Paket selalu dibandingkan dengan setiap baris dari ACL secara berurutan, sebagai contoh paket          dibandingkan dengan baris pertama dari ACL, kemudian baris kedua, ketiga, dan seterusnya.

o Paket hanya dibandingkan baris-baris ACL sampai terjadi kecocokan. Ketika paket cocok dengan        kondisi pada baris ACL, paket akan ditindaklanjuti dan tidak ada lagi kelanjutan perbandingan.

o Terdapat statement “tolak” yang tersembunyi (impilicit deny) pada setiap akhir baris ACL, ini            artinya bila suatu paket tidak cocok dengan semua baris kondisi pada ACL, paket tersebut akan          ditolak
Gambar 1 . Contoh Topologi dengan penggunaan Acces List