http://googleping.com
Kita tidak bisa memuliakan Tuhan, kalau melalui hidup kita tidak membuat orang tertarik mengenal siapa Tuhan kita - Kebaktian Antar Kampus PMK Medan - II :)
Tampilkan postingan dengan label Signalling telepon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Signalling telepon. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Agustus 2014

SIGNALLING TELEPON - Teknik Jaringan Telekomunikasi

        Salam sejahtera .. Sesuai lanjutan postingan berikut merupakan postingan tentang Signalling, untuk membantu memperkenalkan dunia teknik telekomunikasi, termasuk bidang yang saya minati gabungan dari telekomunikasi yaitu Komunikasi Data dan Komputer serta Jaringan Telekomunikasi . 
     
    Pada sistem telepon, sinyal suara dari pesawat telepon dibatasi kanal frekuensi, dimana aliran listrik dalam wujud sinyal informasi gelombang elektromagnetik beroperasi baik untuk komunikasi suara atau juga komunikasi data pada sistem telepon modern dibatasi antara frekuensi 400 Hz - 3400 Hz, ini disebut sebagai Bandwidth Frekuensi, atau renta pita frekuensi sistem telekomunikasi . Pembatasan pada frekuensi rendah disebabkan adanya penggunaan komponen transformator dan kapasitor dalam rangkaian, juga bisa menghindari harmonisa frekuensi tegangan listrik 60 Hz . Sedangkan pembatasan frekuensinya diakaibatkan karena pertimbangan pada sisi transmisinya agar informasi bisa sampai ke Receiver ( Penerima ) dengan baik dan benar . 
     Signalling adalah sinyal-sinyal sebagai indikator yang terdengar saat melakukan panggilan pada jaringan telekomunikasi . Fungsinya ialah agar pesawat telepon pelanggan dengan sentral bisa mengetahui keterhubungan satu sama lain, atau agar pesawat telepon dengan sentral bisa saling berhubungan dengan indikator sinyal lain . Pensinyalan yang bisa kita dapat pada sebuah sistem sentral dengan pesawat telepon ialah :

1 . Dialling Tone ( Nada Pilih )
        Dialling Tone adalah jenis nada yang oleh sentral dikirmkan ke pesawat telepon pelanggan sebagai indikator bahwa jaringan untuk dapat berhubungan satu sama lain sudah tersedia dan siap untuk digunakan . Nada ini dikirmkan pada saat pemakai telepon mengangkat handset telepon yakni saat tidak dalam keadaan berdering . Nada ini adalah nada kontinu ( berkelanjutan, berulang ) dengan frekuensi 350 Hz dan 440 Hz atau 600 Hz dan 120 Hz, dengan besar -13dBm0 .

2. Dial Tone ( Rotary Dial dan Push Button Dial )
           Jenis Signalling ini terdapat saat pelanggan telepon menekan pada tombol nomor tertentu, pesawat telepon mengirimkan nomor yang ditekannya ( dial ) ke sentral telepon . Nomor yang di-dial oleh pesawat telepon dapat berbentuk pulsa - pulsa ( Rotary Dial ) ataupun dalam bentuk pasangan nada dengan frekuensi tertentu sesuai frekuensi nadanya ( Push Button Dial ) . Pada Rotary Dial System, nomor - nomor pada pesawat telepon berupa piringan berputar atau rangkaian logik yang menghasilkan pulsa - pulsa . Lebar tiap pulsa adalah 10 milidetik . 
                                                            Gambar 1.1 Push Button Dial
                   
       Pada Push Button System, nomor-nomor pada pesawat berupa switch lembut yang mudah ditekan . Pesawat akan menghasilkan sinyal - sinyal dengan dua frekuensi yang berbeda . Sistem ini disebut juga Two Tone Dialling atau Dial Tone Multi Frequency ( DTMF ) . Penempatan daerah frekuensinya ditetapkan oleh CCITT ( Consultative Committee for International Telephony and Telegraph ) atau yang sekarang dikenal dengan ITU-T ( International Telecommunication Union ) sebagai salah satu badan standardisasi telekomunikasi dunia . CCITT ini menerapkan frekuensi Dual Tone Multi Frequency berdasarkan rekomendasi ITU-T Seri Q No 23 .

                                                             Gambar 1.2 Rotary Dial